Minggu, 09 September 2018

Perbaikan Matematika Membuat Cemas

Perbaikan Matematika Membuat Cemas


Tanggal 30 Agustus 2018 pada pukul 08.20, siswa kelas 9A SMP Waringin mengerjakan soal ulangan perbaikan matematika. Setelah dua kali mengikuti ulangan yang diberikan guru pengganti sementara Bu Rinda yang cuti, hasil ulangan kelas 9A masih belum memuaskan. Ibu Rinda, guru matematika kelas 9, pun mengadakan ulangan perbaikan.

Banyak siswa kelas 9A yang kesulitan mengerjakan soal ulangan perbaikan ini. Selain soalnya sulit, waktu yang cukup sebentar juga membuat para siswa terburu-buru mengerjakan soal-soal. Beberapa siswa menyatakan ada beberapa soal yang tidak terisi. Sebagian siswa cukup takut nilainya akan jelek.

Menurut seorang siswa, Shirley, karena soalnya cukup sulit dan waktunya sebentar, ia tidak menyelesaikan beberapa soal. Menurutnya soal-soal dari Ibu Rinda lebih sulit dari soal dari guru sebelumnya.

Tapi tidak semua siswa beranggapan demikian. Menurut salah seorang siswa yang lain, Edwina, soalnya biasa saja. Ia tidak kesulitan untuk mengerjakan soal-soal tersebut.

Ketika dikonfirmasi, Bu Rinda menjelaskan bahwa soalnya sebenarnya sama saja. Untuk awal tahun ini, kelas 9 diberi pelajaran berupa review materi kelas 7 dan 8 sebagai dasar.

(Sanny Marlem/9A)

Kamis, 06 September 2018

Pra-LDK Hari Kedua

Pra-LDK Hari Kedua


    Hari Rabu, 5/9/2018, adalah hari kedua pra-LDK (Pra- Latihan Dasar Kepemimpinan) bagi calon pengurus OSIS SMP Waringin periode 2017-2018.

        Hari ini, para peserta diminta untuk mengubah barang bekas pakai menjadi barang yang berguna dan mempresentasikannya di kelas.

        Kegiatan ini bertujuan untuk melatih sekaligus menguji kreativitas, kerja sama, serta keberanian untuk berbicara di depan umum para calon pengurus OSIS. Dalam kegiatan ini, para calon dibimbing oleh tiga guru, yaitu Pak Bayu, Ibu Marcel, dan Ibu Yayuk.

        Dalam kegiatan ini, para calon pengurus OSIS dibagi menjadi beberapa kelompok dengan anggota 5 orang. Dengan barang-barang bekas yang dibawa anggota kelompok, para calon pengurus OSIS membuat barang yang dapat digunakan dalam kehidupan sehari-hari dalam waktu 40 menit.

(Elena H. Setiawan/7B)

Misa BKSN

MISA BKSN


Pada tanggal 3 September 2018, siswa-siswi SMP Waringin melaksanakan Misa Bulan Kitab Suci Nasional (BKSN) di Gereja Santo Mikael.

“Para siswa diberangkatkan ke gereja pada pukul 07.30,” kata Bu Yayuk, Wakasek Kesiswaan SMP Waringin.

Tema Misa BKSN kali ini adalah “Mewartakan kabar gembira dalam kemajemukan”. Misa dipimpin oleh Pastor Uung dan dibantu oleh beberapa misdinar. Petugas koor kali ini adalah siswa-siswi kelas 7D bersama wali kelasnya yaitu Pak Bayu. Koor ini diiringi suara organ yang dimainkan oleh Regina Pingkan dari kelas 9A, Hansen Kristiandi dari kelas 9C, dan Angelica Violeta dari kelas 9A sebagai dirigennya. Misa berlangsung dengan tertib.

“Ibu senang karena kalian sudah bisa mengikuti misa pagi ini dengan baik,”kata Bu Yayuk kepada para siswa ketika misa selesai.

Misa BKSN ini dilaksanakan untuk mengawali Bulan Kitab Suci Nasional yang jatuh pada bulan September. Misa selesai pada pukul 09.15. Setelah itu para siswa diperkenankan untuk kembali ke sekolah dan beristirahat.

(Edwina Clara Mulya/9A)

Menjelang Bulan Kitab Suci

MENJELANG  BULAN KITAB SUCI NASIONAL


Pada hari Selasa, 4 september 2018, siswa SMP Waringin  kelas 7, 8 dan 9 yang beragama Katolik diwajibkan untuk membawa kitab suci. Hal ini diwajibkan karena sebentar lagi umat Katolik seluruh Indonesia merayakan bulan kitab suci nasional.

Menurut Ibu Chandra, Guru Agama SMP Waringin, tujuan dari penugasan tersebut adalah agar siswa  SMP Waringin bisa mengenal Tuhan lebih dalam dan mendorong siswa untuk rajin membaca kitab suci. Kitab Suci ini digunakan pada jam Refleksi yakni jam 12.15 WIB.

(Maria Anggraita Wijaya/7B)


Rabu, 05 September 2018

Pesta Rakyat SMP Waringin 2018

LIPUTAN KEGIATAN PERAK SMP WARINGIN 2018
Dalam rangka menyambut HUT RI yang ke-73, SMP Waringin ikut berpartisipasi dengan menyelenggarakan Perak (Pesta Rakyat). Kegiatan tersebut dilaksanakan pada 16 Agustus 2018, tepat sehari sebelum peringatan Hari Kemerdekaan Indonesia.
Perak SMP Waringin diawali dengan Pembukaan yang dilaksanakan oleh segenap siswa-siswi SMP Waringin mulai dari kelas 7 hingga kelas 9. Kegiatan ini dipipimpin oleh para pengurus OSIS SMP Waringin. Setelah itu dilanjutkan oleh penampilan dance para peserta Ekstrakurikuler Modern Dance yang disambut meriah oleh seluruh siswa-siswi. Saat penampilan dance selesai, kegiatan dijeda dengan istirahat sejenak.
Kegiatan Perak SMP Waringin diisi dengan berbagai lomba, yaitu Kerupuk Asin, Korek Karet, Jidat Jepit Balon (JJB), Sarung Beban, Mie Pedas, Paku Botol, Lipstik Berjalan, Lomba Balap Karung dan Nyapu.
Kerupuk Asin adalah lomba memakan kerupuk yang sudah diberi kecap asin. Kerupuk digantung dengan tali rapia. Lomba ini diikuti oleh 1 orang perwakilan  masing-masing kelas. Peserta tidak diperkenankan menggunakan tangan saat memakannya.
Dalam Korek Karet peserta diharuskan untuk mengestafetkan karet gelang ke peserta lain dengan menggunakan korek api yang telah dijepit di bibir masing-masing peserta. Lomba ini diikuti oleh 4 orang perwakilan dari masing-masing kelas.
Selanjutnya adalah Jidat Jepit Balon (JJB). Lomba ini diikuti oleh 2 orang perwakilan dari masing-masing kelas. Lomba ini mengharuskan kedua peserta menjepitkan sebuah balon di antara dahi mereka sambil berjalan. Balon tidak boleh meletus maupun jatuh. Jika balon jatuh maka peserta harus mengulang lagi dari awal.
Sementara itu Lomba Sarung Beban diikuti oleh 5 orang perwakilan dari masing-masing kelas. Dalam lomba ini peserta diharuskan untuk bergandengan tangan sambil mengestafetkan sarung tersebut.
Setelah itu ada lomba Mie pedas yang diikuti oleh 1 orang perwakilan dari masing-masing kelas. Lomba ini khusus untuk siswa yang tahan pedas. Dalam lomba ini peserta diharuskan untuk memakan mie yang telah diracik dengan berbagai bumbu pedas dengan cepat.
Lomba selanjutnya adalah Lomba Paku Botol yang diikuti oleh 1 orang dari masing-masing kelas. Setiap peserta diharuskan untuk memasukkan paku yang telah diikatkan ke pinggang menggunakan tali panjang ke dalam sebuah botol.
Lomba yang paling menarik adalah Lomba Lipstik Berjalan yang diikuti oleh 2 orang perwakilan dari tiap kelas. Pesertanya harus lelaki dan perempuan. Mula-mula peserta lelaki akan ditutupi matanya. Lalu badannya diputar-putar. Kemudian harus berjalan ke arah peserta perempuan. Peserta lelaki akan membubuhkan lipstik ke bibir siswa perempuan dengan mata tertutup.
Lomba berikutnya adalah Lomba Balap Karung. Lomba ini diikuti oleh 1 orang perwakilan dari tiap kelas. Dalam lomba ini peserta diharuskan berjalan melompat-lompat layaknya kelinci dengan menggunakan karung memutari lintasan yang telah disediakan.
Puncak lomba adalah Nyapu atau lomba menyusun puzzle antar kelas yang diikuti oleh 1 orang peserta dari tiap kelas. Peserta diharuskan untuk menyusun puzzle dari kepingan-kepingan puzzle yang telah dikumpulkan oleh peserta lomba sebelumnya. Setiap peserta berhasil menyelesaikan 1 lomba, ia akan mendapat 1 keping puzzle yang nantinya akan disusun dalam Lomba Nyapu. Kelas yang berhasil menyusun puzzle tercepatlah yang memenangkan lomba per angkatan.
Lomba-lomba tersebut pertama diikuti oleh siswa-siswi kelas 7, lalu siswa-siswi kelas 8, dan terakhir kelas 9. Para pemenang lomba tiap angkatan adalah kelas 7D, kelas 8C, dan kelas 9E. Setelah itu kelas dari angkatan yang berbeda tersebut dilombakan lagi untuk menentukan pemenang dari keseluruhan lomba yang ada. Pemenangnya adalah kelas 9E.
Setelah pertandingan kedua dilaksanakan, para peserta diperkenankan untuk berisitirahat selama 20 menit. Selanjutnya adalah pertandingan Perak antara guru dan murid dari kelas pemenang keseluruhan lomba, yaitu siswa-siswi kelas 9E. Pertandingan tersebut disambut seluruh siswa dengan semangat dan gembira. Acara perlombaan berakhir sekitar pukul 10.00 WIB.
Acara diakhiri dengan permainan estafet spons yang basah. Permainan ini diikuti oleh seluruh siswa kelas 7, 8 dan 9. Permainan ini diakhiri dengan acara basah-basahan yang mengharuskan siswa-siswi mengganti pakaiannya. Kemudian para siswa diberikan waktu bebas untuk makan, jajan, dan sebagainya. Acara Perak SMP Waringin diakhiri dengan doa pulang bersama di kelas masing-masing.

(Edwina Clara Mulya/9A)