Kamis, 29 Agustus 2019

Pesta Rakyat SMP Waringin 2019

Pesta Rakyat SMP Waringin 2019

            Oleh: Helen Natali 7B/12

Hari Jumat,16 Agustus 2019 SMP Waringin mengadakan pesta rakyat (Perak) dalam rangka memperingati HUT RI yang ke-74. Pagi itu lapangan dipenuhi oleh siswa-siswi SMP Waringin, mulai dari kelas VII sampai dengan kelas IX. Menurut Mizuki, Wakil Ketua OSIS SMP Waringin, lomba kali ini tidak memiliki tema, namun lebih mementingkan makna dari lombanya sendiri, yaitu memupuk kebersamaan dan kekompakan kelas.
 Acara dibuka dengan apel (upacara singkat) yang dipimpin oleh Laoshi Tania.  Setelah apel bersama, ada penampilan spesial dari Ekstra Dance, Karate, dan Wushu. Penampilan tersebut disambut dengan tepuk tangan meriah dari para siswa siswi.
 Setelah lapangan disiapkan, perlombaan pun dimulai. Peserta pertama adalah siswa-siswi dari kelas VIII. Perlombaan ini dilaksanakan secara berantai. Lomba pertama adalah mencari jarum. Di sini, peserta harus mencari jarum yang diletakkan di dalam kardus yang berisi sobekan kertas. Memangnya tidak akan terluka? Tenang saja, jarum tersebut diletakkan di dalam sedotan,  kok. Jadi, tangan kalian tidak akan sampai tertusuk. Jika peserta salah menebak, harus berputar dulu sebanyak 3 kali, lalu mengulang mengambil sedotan.
  Lomba kedua adalah memasukkan benang  ke lubang jarum. Setelah berhasil peserta berlari ke peserta lain yang mengikuti lomba ketiga, yaitu lomba memecahkan balon. Pesertanya ada 2, laki-laki dan perempuan. Tugasnya pun berbeda. Siswa putri duduk di bawah gawang, bertugas untuk memberi aba-aba kepada siswa putra yang sudah ditutup matanya dengan kain. Setelah balonnya pecah, peserta putri akan mendapat kain merah dari peserta putra dan kain putih disediakan yang harus dijahit menjadi bendera merah putih.
Lomba selanjutnya adalah lomba yang paling sulit, yaitu lomba makan kerupuk.  Kaki peserta akan diikat menggunakan tali rapia yang terhubung dengan kerupuk yang harus mereka makan. Sehingga semakin peserta menurunkan kakinya, semakin sulit kerupuk itu tercapai. Lomba ini paling sulit sekaligus paling mengulur waktu.
Setelah peserta menghabiskan kerupuknya, bendera merah putih yang tadi telah dijahit diberikan ke peserta lomba selanjutnya, yaitu lomba balap karung. Peraturannya, peserta melompat menggunakan karung dan helm. Tak lupa lompatnya sambil jongkok. Kasian, pada kepanasan!
Setelah peserta sampai garis finis, peserta memberikan bendera merah putih kepada peserta lomba tebak lagu. Peraturan pada lomba ini adalah setiap peserta mengambil gulungan kertas di dalam kardus. Pada gulungan kertas tersebut terdapat potongan lirik dari lagu daerah. Peserta harus menyebut judulnya. Jika salah, harus berputar 3 kali lalu mengulang mengocok.
Setelah berhasil menebak 3 judul lagu, peserta berlari menuju peserta lainnya yang megikuti lomba estafet sarung. Sarung yang sudah dibasahi harus diestafetkan ke teman yang paling ujung dan tidak boleh melepas pegangan dari teman sebelahnya.

  Lomba terakhir adalah menyentil jeruk nipis. Peserta harus berputar sebanyak 10 kali (sampai pusing) lalu harus menutup sebelah matanya untuk kemudian menyentil jeruk nipis yang diletakkan di atas botol plastik. Ada yang sampai jatuh, tapi ada pula yang berhasil menyentil dengan sempurna.
 Para pemenang dari masing-masing angkatan kemudian bertanding melawan pengurus OSIS dan para guru. Hasilnya, pemenangnya adalah kelas 7E. Mantap, 7E!
Setelah lomba berakhir, kesenangan belum berakhir. Semua anak, baik yang ikut lomba maupun tidak, saling melempar tepung. Acara ditutup dengan doa malaikat Tuhan. Lalu semua anak keluar meninggalkan lingkungan SMP Waringin, kecuali para pengurus OSIS.