LIPUTAN
KEGIATAN PERAK SMP WARINGIN 2018
Dalam
rangka menyambut HUT RI yang ke-73, SMP Waringin ikut berpartisipasi dengan
menyelenggarakan Perak (Pesta Rakyat). Kegiatan tersebut dilaksanakan pada 16
Agustus 2018, tepat sehari sebelum peringatan Hari Kemerdekaan Indonesia.
Perak
SMP Waringin diawali dengan Pembukaan yang dilaksanakan oleh segenap
siswa-siswi SMP Waringin mulai dari kelas 7 hingga kelas 9. Kegiatan ini dipipimpin
oleh para pengurus OSIS SMP Waringin. Setelah itu dilanjutkan oleh penampilan dance para peserta Ekstrakurikuler Modern Dance yang disambut meriah oleh
seluruh siswa-siswi. Saat penampilan dance
selesai, kegiatan dijeda dengan istirahat sejenak.
Kegiatan
Perak SMP Waringin diisi dengan berbagai lomba, yaitu Kerupuk Asin, Korek Karet, Jidat Jepit Balon (JJB), Sarung Beban, Mie Pedas, Paku Botol, Lipstik
Berjalan, Lomba Balap Karung dan Nyapu.
Kerupuk Asin adalah lomba memakan
kerupuk yang sudah diberi kecap asin. Kerupuk digantung dengan tali rapia. Lomba
ini diikuti oleh 1 orang perwakilan masing-masing kelas. Peserta tidak
diperkenankan menggunakan tangan saat memakannya.
Dalam
Korek Karet peserta diharuskan untuk
mengestafetkan karet gelang ke peserta lain dengan menggunakan korek api yang
telah dijepit di bibir masing-masing peserta. Lomba ini diikuti oleh 4 orang
perwakilan dari masing-masing kelas.
Selanjutnya
adalah Jidat Jepit Balon (JJB). Lomba
ini diikuti oleh 2 orang perwakilan dari masing-masing kelas. Lomba ini
mengharuskan kedua peserta menjepitkan sebuah balon di antara dahi mereka
sambil berjalan. Balon tidak boleh meletus maupun jatuh. Jika balon jatuh maka
peserta harus mengulang lagi dari awal.
Sementara
itu Lomba Sarung Beban diikuti oleh 5
orang perwakilan dari masing-masing kelas. Dalam lomba ini peserta diharuskan
untuk bergandengan tangan sambil mengestafetkan sarung tersebut.
Setelah
itu ada lomba Mie pedas yang diikuti
oleh 1 orang perwakilan dari masing-masing kelas. Lomba ini khusus untuk siswa
yang tahan pedas. Dalam lomba ini peserta diharuskan untuk memakan mie yang
telah diracik dengan berbagai bumbu pedas dengan cepat.
Lomba
selanjutnya adalah Lomba Paku Botol
yang diikuti oleh 1 orang dari masing-masing kelas. Setiap peserta diharuskan
untuk memasukkan paku yang telah diikatkan ke pinggang menggunakan tali panjang
ke dalam sebuah botol.
Lomba
yang paling menarik adalah Lomba Lipstik
Berjalan yang diikuti oleh 2 orang perwakilan dari tiap kelas. Pesertanya
harus lelaki dan perempuan. Mula-mula peserta lelaki akan ditutupi matanya. Lalu
badannya diputar-putar. Kemudian harus berjalan ke arah peserta perempuan. Peserta
lelaki akan membubuhkan lipstik ke bibir siswa perempuan dengan mata tertutup.
Lomba
berikutnya adalah Lomba Balap Karung.
Lomba ini diikuti oleh 1 orang perwakilan dari tiap kelas. Dalam lomba ini
peserta diharuskan berjalan melompat-lompat layaknya kelinci dengan menggunakan
karung memutari lintasan yang telah disediakan.
Puncak
lomba adalah Nyapu atau lomba
menyusun puzzle antar kelas yang diikuti oleh 1 orang peserta dari tiap kelas.
Peserta diharuskan untuk menyusun puzzle dari kepingan-kepingan puzzle yang
telah dikumpulkan oleh peserta lomba sebelumnya. Setiap peserta berhasil
menyelesaikan 1 lomba, ia akan mendapat 1 keping puzzle yang nantinya akan
disusun dalam Lomba Nyapu. Kelas yang berhasil menyusun puzzle tercepatlah yang
memenangkan lomba per angkatan.
Lomba-lomba
tersebut pertama diikuti oleh siswa-siswi kelas 7, lalu siswa-siswi kelas 8,
dan terakhir kelas 9. Para pemenang lomba tiap angkatan adalah kelas 7D, kelas
8C, dan kelas 9E. Setelah itu kelas dari angkatan yang berbeda tersebut
dilombakan lagi untuk menentukan pemenang dari keseluruhan lomba yang ada.
Pemenangnya adalah kelas 9E.
Setelah
pertandingan kedua dilaksanakan, para peserta diperkenankan untuk berisitirahat
selama 20 menit. Selanjutnya adalah pertandingan Perak antara guru dan murid
dari kelas pemenang keseluruhan lomba, yaitu siswa-siswi kelas 9E. Pertandingan
tersebut disambut seluruh siswa dengan semangat dan gembira. Acara perlombaan
berakhir sekitar pukul 10.00 WIB.
Acara diakhiri dengan permainan estafet spons
yang basah. Permainan
ini diikuti
oleh seluruh siswa kelas 7, 8 dan 9. Permainan ini diakhiri
dengan acara basah-basahan yang mengharuskan siswa-siswi mengganti pakaiannya.
Kemudian para siswa diberikan waktu bebas untuk makan, jajan, dan sebagainya.
Acara Perak SMP Waringin diakhiri dengan doa pulang bersama di kelas
masing-masing.
(Edwina Clara Mulya/9A)




Tidak ada komentar:
Posting Komentar