Pesta
Rakyat SMP Waringin 2019
Oleh: Helen Natali 7B/12
Hari
Jumat,16 Agustus 2019 SMP Waringin mengadakan pesta rakyat (Perak) dalam rangka
memperingati HUT RI yang ke-74. Pagi itu lapangan dipenuhi oleh
siswa-siswi SMP Waringin, mulai dari kelas VII sampai dengan kelas IX. Menurut Mizuki, Wakil Ketua OSIS
SMP Waringin, lomba kali ini tidak
memiliki tema, namun
lebih mementingkan makna dari
lombanya sendiri, yaitu
memupuk kebersamaan dan kekompakan kelas.
Acara dibuka dengan apel (upacara singkat) yang dipimpin oleh Laoshi Tania. Setelah
apel bersama, ada
penampilan spesial dari Ekstra Dance,
Karate,
dan Wushu. Penampilan tersebut disambut dengan tepuk
tangan meriah dari para siswa siswi.
Setelah lapangan disiapkan, perlombaan pun dimulai. Peserta pertama adalah
siswa-siswi dari kelas VIII. Perlombaan ini
dilaksanakan secara berantai. Lomba
pertama adalah mencari jarum. Di sini, peserta harus mencari
jarum yang diletakkan
di dalam
kardus yang berisi sobekan kertas. Memangnya tidak akan terluka? Tenang saja, jarum tersebut diletakkan di dalam sedotan, kok. Jadi, tangan kalian tidak akan sampai tertusuk. Jika peserta salah
menebak, harus
berputar dulu sebanyak 3 kali, lalu
mengulang mengambil sedotan.
Lomba kedua adalah memasukkan benang ke lubang
jarum. Setelah
berhasil peserta
berlari ke peserta lain yang mengikuti lomba ketiga, yaitu lomba memecahkan
balon. Pesertanya
ada 2, laki-laki dan perempuan. Tugasnya pun berbeda. Siswa putri duduk di bawah gawang, bertugas untuk memberi
aba-aba kepada siswa putra yang sudah
ditutup matanya dengan kain. Setelah
balonnya pecah, peserta
putri akan mendapat kain merah dari peserta
putra dan kain putih
disediakan yang harus dijahit menjadi bendera merah
putih.
Lomba
selanjutnya adalah lomba
yang paling sulit,
yaitu lomba makan kerupuk. Kaki peserta akan
diikat menggunakan tali rapia yang terhubung dengan kerupuk yang harus mereka
makan. Sehingga semakin peserta
menurunkan kakinya, semakin
sulit kerupuk itu tercapai. Lomba
ini paling sulit sekaligus paling mengulur waktu.
Setelah
peserta menghabiskan kerupuknya, bendera
merah putih yang tadi telah dijahit diberikan ke peserta lomba selanjutnya, yaitu lomba balap
karung. Peraturannya, peserta melompat
menggunakan karung dan helm. Tak
lupa lompatnya sambil
jongkok. Kasian, pada kepanasan!
Setelah peserta sampai garis finis, peserta memberikan
bendera merah putih kepada
peserta lomba tebak lagu. Peraturan
pada lomba ini adalah setiap peserta mengambil gulungan kertas di dalam kardus. Pada gulungan kertas tersebut terdapat potongan
lirik dari lagu daerah. Peserta
harus menyebut judulnya. Jika
salah, harus
berputar 3 kali lalu mengulang mengocok.
Setelah
berhasil menebak 3 judul lagu, peserta
berlari menuju peserta lainnya yang megikuti lomba estafet sarung. Sarung yang sudah
dibasahi harus diestafetkan ke teman yang paling ujung dan tidak boleh melepas
pegangan dari teman sebelahnya.
Lomba
terakhir adalah menyentil jeruk nipis. Peserta harus berputar sebanyak 10 kali
(sampai pusing) lalu
harus menutup sebelah matanya untuk kemudian menyentil jeruk nipis yang diletakkan di atas botol plastik. Ada yang sampai jatuh, tapi ada pula yang
berhasil menyentil dengan sempurna.
Para pemenang dari masing-masing angkatan kemudian
bertanding melawan pengurus OSIS dan para guru. Hasilnya, pemenangnya adalah kelas
7E. Mantap, 7E!
Setelah lomba
berakhir, kesenangan belum berakhir. Semua anak, baik yang ikut lomba
maupun tidak, saling melempar tepung. Acara ditutup dengan doa malaikat Tuhan. Lalu semua anak
keluar meninggalkan lingkungan SMP Waringin, kecuali para pengurus
OSIS.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar