Setiap guru pasti meninggalkan kesan tersendiri bagi para siswanya. Begitu pula dengan Pak Ayas, guru Bahasa Indonesia yang pernah mengajar di SMP Waringin. Kini beliau sudah tidak lagi mengajar di sekolah tersebut, karena telah pindah ke sekolah lain. Meskipun begitu, sosoknya masih sangat dikenang oleh para siswa karena cara mengajarnya yang menyenangkan dan penuh semangat.
Saat ditanya mengenai alasan pindah ke sekolah baru, Pak Ayas menjelaskan bahwa
ia ingin mencoba hal baru dan mengasah kemampuan mengajar di lingkungan yang
berbeda.
“Saya ingin
menambah ilmu dan pengalaman dalam mengajar siswa di tempat yang baru,”
ujarnya.
Menurutnya, suasana di sekolah baru terasa lebih nyaman dan harmonis, apalagi
hubungan antar guru dan siswa di sekolah baru sangat dekat. Namun, beliau
juga mengakui bahwa ada tantangan baru, seperti harus beradaptasi dengan aturan
dan tempo kegiatan belajar yang berbeda. Selain itu, penggunaan smartboard
sebagai pengganti papan tulis juga menjadi hal baru yang harus ia pelajari.
Pak Ayas tetap berusaha membangun hubungan baik dengan siswa dan guru melalui
komunikasi yang jujur dan terbuka. Ia juga membawa banyak pengalaman dari
sekolah lama, seperti cara membuat pembelajaran lebih menyenangkan dengan ice
breaking dan pembelajaran yang interaktif.
Bagi Pak Ayas, menjadi guru bukan hanya soal mengajar, tapi juga memberi
semangat kepada siswanya. Pesannya kepada siswa di sekolah baru adalah, “Jangan
pernah rendah hati jika mendapat nilai jelek! Tetaplah berusaha dan kembangkan
kemampuan terbaik kalian”
Walau jadwal mengajar cukup padat, Pak Ayas tetap berusaha mengembangkan diri
dengan bertanya kepada guru senior dan mempelajari fasilitas baru di sekolah. Semangatnya
dalam mencari metode mengajar yang seru membuatnya tetap termotivasi.
Namun, bagaimana tanggapan para siswa SMP Waringin setelah kepergian beliau?
Banyak dari mereka mengaku sedih dan kehilangan motivasi belajar.
Yukiko (9D) berkata, “Sedih banget, soalnya cara mengajar Pak Ayas itu seru dan interaktif. Suaranya jelas, penjelasannya mudah dimengerti, dan setiap kali Pak Ayas ngasih tugas atau menjelaskan sesuatu tuh selalu enak didengar.”
Michelle (9A) juga menambahkan, “Biasanya pelajaran Bahasa Indonesia itu membosankan, tapi kalau sama Pak Ayas jadi seru banget. Belajarnya bisa sambil main, jadi gak ngantuk.”
Kaylee (9B) menyampaikan, “Pa Ayas is better and friendlier. He always made the class happy and active.”
Emily (9C) pun berpendapat, “Cara Pak Ayas mengajar itu seru banget dan gampang dimengerti. Guru yang lain mungkin punya pengetahuan lebih luas, tapi penyampaiannya kurang menarik.”
Dari berbagai pendapat siswa, terlihat bahwa Pak Ayas bukan hanya guru yang pintar mengajar, tapi juga dekat dan disukai oleh murid-muridnya. Cara beliau mengajar membuat pelajaran terasa lebih menyenangkan dan mudah dipahami.
Kini, meskipun Pak Ayas sudah mengajar di sekolah lain, semangat dan kenangan tentang beliau tetap hidup di hati para murid-murid SMP Waringin. Meskipun murid-murid baru tidak pernah merasakan diajar oleh Pak Ayas, ia akan tetap dirindukan oleh murid-muridnya, terutama siswa siswi yang pernah diajar olehnya.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar